Foto : Asosiasi Nelayan dan Pengepul BBL (Bayi Bening Lobster/Benur) Kabupaten Pacitan menggelar pertemuan dengan Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono Caping dari Fraksi PKS, di Magetan, Jawa TimurREDAKSI ONLINE, Pacitan – Asosiasi Nelayan dan Pengepul BBL (Bayi Bening Lobster/Benur) Kabupaten Pacitan menggelar pertemuan dengan Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono Caping dari Fraksi PKS, di Magetan, Jawa Timur.
Pertemuan berlangsung untuk membahas keluhan nelayan terkait penghentian aktivitas ekspor benur ke Vietnam oleh Badan Layanan Umum (BLU) yang disebut berdampak besar pada kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dalam dialog tersebut, Ketua Asosiasi Nelayan dan Pengepul BBL Nusantara Kabupaten Pacitan, Akha, menyampaikan langsung sejumlah tuntutan kepada Riyono Caping.
Ia menilai penghentian ekspor membuat banyak nelayan kehilangan mata pencaharian.
“Pertama, percepatan pembentukan atau revisi regulasi agar ada kepastian hukum yang melindungi nelayan dan pengepul. Kedua, pengajuan revisi aturan yang melarang ekspor BBL untuk menjaga keberlanjutan usaha nelayan. Ketiga, perlindungan hukum dan kesejahteraan bagi nelayan agar tidak semakin menderita. Kurang lebih ini yang menjadi poin tuntutan para nelayan dan pengepul di Pacitan,” ujar Akha.
Menanggapi aspirasi itu, Riyono Caping menyatakan siap memperjuangkan kebutuhan nelayan di tingkat pusat.
Ia menyebut persoalan benur harus dibahas serius karena menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir.
“Kami akan membawa aspirasi ini ke dalam pembahasan komisi dan mendorong revisi regulasi yang diperlukan,” kata Riyono.
Di akhir pertemuan, Akha menyampaikan apresiasi atas kesediaan Riyono menyerap langsung aspirasi nelayan.
“Kami sangat mengapresiasi respon wakil rakyat seperti beliau, yang mau merespon cepat dan menerima aspirasi para wong cilik seperti kami ini,” pungkasnya. (Red)
Tidak ada komentar