TRENDING

warga dan pemuda rw 07 desa cibatok dua tolak mutlak pembangunan tower

2 menit membaca View : 107
REDAKSI EKSEKUTIF
News Redaksi - 09 Feb 2026

Bogor — Warga bersama pemuda RW 07 Desa Cibatok Dua, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, menyatakan penolakan mutlak terhadap rencana pembangunan menara telekomunikasi (tower) milik PT Centratama Menara Indonesia di wilayah permukiman mereka.

banner 970x250

Penolakan tersebut didasari dugaan tidak adanya transparansi serta absennya persetujuan warga dalam proses perencanaan pembangunan.

Masyarakat menegaskan tidak pernah memberikan izin, baik secara tertulis maupun lisan.

Hingga kini, warga juga mengaku belum menerima sosialisasi resmi, musyawarah lingkungan, maupun penjelasan terbuka terkait potensi dampak lingkungan, kesehatan, dan keselamatan.

Perwakilan pemuda RW 07 Desa Cibatok Dua, M Agil Aripin, menyampaikan sikap tegas atas rencana tersebut.

“Kami menyatakan menolak total pembangunan tower di RW 07. Tidak ada sosialisasi, tidak ada persetujuan, dan tidak ada keterbukaan. Jika tetap dipaksakan, kami menilai ini mencederai rasa keadilan serta mengancam keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Warga dan pemuda menilai rencana pembangunan tower tersebut sarat kejanggalan, termasuk dugaan belum terpenuhinya persyaratan perizinan serta rekomendasi warga terdampak sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Atas dasar itu, mereka menuntut penghentian seluruh rencana maupun aktivitas pembangunan di lokasi tersebut.

Selain itu, warga RW 07 Desa Cibatok Dua mendesak pemerintah desa, pihak kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Bogor agar tidak menerbitkan izin pembangunan tower, atau mencabut perizinan apabila telah dikeluarkan.

Mereka meminta pemerintah berpihak pada kepentingan dan keselamatan masyarakat, bukan pada kepentingan korporasi.

Warga juga menyatakan akan menempuh langkah lanjutan apabila aspirasi mereka diabaikan.

Bentuk upaya tersebut meliputi konsolidasi massa, pengaduan resmi ke instansi terkait, hingga langkah hukum dan konstitusional sebagai respons terhadap kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat. (Red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS