TRENDING

Kawal Perpres Ojol, Ribuan Driver URC Bergerak Gelar Aksi Damai 711 di Jakarta

2 menit membaca View : 111
REDAKSI EKSEKUTIF
Ekonomi, News Redaksi - 09 Nov 2025

REDAKSIONLINE.ID, Jakarta — Ribuan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Unit Respon Cepat (URC) Bergerak menggelar aksi damai bertajuk “Aksi 711 Tujuan Satu-Satunya” di Jakarta, 07/11/2025.

banner 970x250

Massa bergerak dari Lapangan Banteng menuju Istana Negara untuk mengawal rencana penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang ojek online yang tengah disiapkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam aksinya, URC Bergerak membawa lima poin aspirasi utama.

Mereka menolak potongan pendapatan sebesar 10 persen, menolak perubahan status mitra menjadi pekerja atau buruh, menolak pengaturan jam kerja onbid,  menolak rancangan Perpres yang disusun oleh pihak non-ojol, serta meminta pemerintah menghadirkan payung hukum yang adil bagi semua pihak di ekosistem transportasi digital.

Juru Bicara URC Bergerak, Ahmad Bakri atau yang akrab disapa Okky, menjelaskan bahwa aksi tersebut bukan bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah, melainkan langkah untuk memastikan suara para driver ojol asli didengar langsung oleh Presiden.

“Kami hadir bukan untuk menolak Perpres, tetapi mengawal agar regulasi yang dikeluarkan benar-benar berdasarkan masukan dari ojol asli, bukan dari serikat atau kelompok lain yang mengatasnamakan ojol,” tegas Okky.

Ia menambahkan, URC Bergerak ingin memastikan Perpres yang akan diterbitkan memberikan perlindungan hukum tanpa mengorbankan fleksibilitas dan kesejahteraan para mitra pengemudi.

Aksi damai tersebut mendapat perhatian dari pihak Istana. Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, menerima delapan perwakilan URC Bergerak untuk mendengarkan langsung aspirasi mereka.

Dalam pertemuan tertutup, URC menyerahkan dokumen kajian terkait dampak positif dan negatif dari kebijakan yang akan diambil pemerintah.

Juri Ardiantoro mengapresiasi langkah URC Bergerak dan menyampaikan bahwa masukan para pengemudi akan dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk melibatkan semua pihak dalam proses penyusunan Perpres agar hasilnya adil dan bermanfaat bagi seluruh ekosistem ojol di Indonesia.

Setelah pertemuan usai, ribuan massa aksi kembali ke Lapangan Banteng dengan tertib.

Meski sempat menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan seperti Bundaran Tugu Tani, Gambir, dan Monas, aksi tersebut berlangsung damai di bawah pengamanan lebih dari 1.500 personel kepolisian.

Melalui aksi ini, URC Bergerak menegaskan sikapnya untuk menolak sistem pekerja/buruh dan potongan 10 persen, serta mendukung penuh lahirnya payung hukum yang adil dan melindungi kesejahteraan para mitra driver ojek online di seluruh Indonesia. (Red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS