
REDAKSIONLINE.ID | BANTEN — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Nusantara menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Senin (14/9/2026).
Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan sekaligus meminta klarifikasi terhadap dugaan yang dikaitkan dengan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti adanya dugaan terkait kehidupan pribadi Wakil Gubernur Banten. Salah satu isu yang disampaikan menyangkut dugaan hubungan pribadi dengan seorang perempuan.
Namun, mahasiswa mengakui informasi tersebut masih bersifat dugaan sehingga diperlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut.
Koordinator lapangan aksi, Lutpi Setiawan, mengatakan pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan terhadap seseorang hanya berdasarkan informasi yang beredar.
Menurutnya, setiap dugaan harus diuji melalui fakta, bukti, serta mekanisme pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami meminta seluruh dugaan diperiksa secara objektif. Kalau memang tidak terbukti, sampaikan kepada masyarakat. Kalau terbukti ada pelanggaran, tentu harus diproses sesuai aturan,” ujar Lutpi.
Selain persoalan tersebut, mahasiswa juga menyampaikan dugaan mengenai penggunaan fasilitas kedinasan untuk kepentingan pribadi.
Mereka meminta dugaan itu ditelusuri oleh pihak yang berwenang agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak di tengah masyarakat.
Mahasiswa menilai pejabat publik memiliki tanggung jawab untuk menjaga integritas dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas.
Karena itu, apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran yang memiliki konsekuensi hukum atau administratif terhadap jabatan, mereka meminta mekanisme yang berlaku dijalankan.
Forum Komunikasi Mahasiswa Nusantara menegaskan aksi tersebut dimaksudkan untuk mendorong transparansi, bukan untuk menyatakan pihak tertentu bersalah.
Mereka meminta hasil klarifikasi dan pemeriksaan nantinya disampaikan secara terbuka kepada publik.
Sampai berita ini diturunkan, berbagai dugaan yang disampaikan dalam aksi mahasiswa tersebut masih membutuhkan verifikasi dan klarifikasi dari pihak terkait.
Redaksionline.id tidak menyimpulkan bahwa dugaan tersebut benar ataupun telah terbukti. Redaksi membuka ruang hak jawab, klarifikasi, sanggahan, dan penambahan data dari pihak yang disebut dalam pemberitaan.
Tidak ada komentar