
Jakarta — Kepala Bidang Kepelatihan Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI), Doni Ayorbaba, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil tak lama setelah tim muaythai Indonesia sukses membawa pulang medali perak pada ajang SEA Games 2025.
Pengunduran diri Doni disampaikan melalui surat resmi yang telah diterima PBMI dan ditembuskan ke sejumlah pihak strategis. Di antaranya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), anggota DPD RI utusan Papua, Ketua Umum KONI Pusat, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), serta pihak terkait lainnya.
Dalam surat tersebut, Doni membeberkan sejumlah alasan mendasar yang melatarbelakangi keputusannya. Ia menilai terdapat penyimpangan terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi dalam praktik pengelolaan PBMI.
Selain itu, Doni juga menyoroti adanya perlakuan diskriminatif di internal organisasi, serta minimnya dukungan fasilitas selama dirinya menjalankan tugas sebagai Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres). Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada terhambatnya kerja teknis pembinaan atlet secara optimal.
Masalah transparansi keuangan turut menjadi sorotan. Doni menilai pengelolaan anggaran, termasuk untuk program pembinaan dan persiapan kejuaraan, tidak dilakukan secara terbuka. Ia juga mengkritisi pelaksanaan training camp (TC) SEA Games 2025 yang dinilainya tidak berjalan secara normatif, jika dibandingkan dengan cabang olahraga lain yang umumnya menjalani pemusatan latihan nasional selama enam bulan hingga satu tahun.
Tak hanya itu, persoalan perwasitan juga ikut disinggung. Doni menyebut para wasit yang bertugas dalam sejumlah agenda PB Muaythai tidak mendapatkan penggantian transportasi maupun honor. Hal tersebut, menurutnya, menjadi catatan penting untuk evaluasi organisasi ke depan.
Meski melontarkan kritik tajam terhadap tata kelola PBMI, Doni menegaskan pengunduran dirinya tidak berkaitan dengan kinerja atlet maupun pelatih. Ia justru memberikan apresiasi atas perjuangan tim muaythai Indonesia yang berhasil mempersembahkan medali perak di SEA Games 2025.
“Saya tetap menghormati kerja keras atlet dan pelatih. Prestasi SEA Games adalah hasil dedikasi mereka,” ujar Doni dalam pernyataannya.
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi suaragovernment.com masih melakukan upaya konfirmasi terkait pengunduran diri tersebut serta sejumlah poin yang disampaikan dalam surat Doni Ayorbaba.
Tidak ada komentar